Investor Asing Banjiri Pasar, IHSG Melesat Tajam 2,53% Tembus 8.122!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan yang cukup mencolok pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Dalam satu sesi perdagangan saja, IHSG melonjak 2,53% dan berhasil menembus level 8.122. Lonjakan ini tidak terjadi begitu saja tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang berkontribusi, salah satunya adalah kembalinya investor asing yang mulai aktif membeli saham di pasar modal Tanah Air.

Pergerakan IHSG yang positif ini didukung oleh mayoritas saham yang menguat. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 677 saham naik, 121 saham turun, dan 160 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan juga tergolong tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 28,58 triliun. Angka ini melibatkan 56,62 miliar saham yang berpindah tangan dalam 3,19 juta kali transaksi. Likuiditas yang tinggi ini menunjukkan bahwa minat investor domestik maupun asing mulai kembali mengalir ke pasar saham Indonesia.

Aliran Dana Asing Kembali Masuk

Salah satu pendorong utama penguatan IHSG adalah kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia. Setelah beberapa hari sebelumnya cenderung menjual, kali ini mereka mulai kembali melakukan aksi beli. Sepanjang sesi perdagangan, tercatat foreign buy mencapai Rp 5,2 triliun, seimbang dengan foreign sell yang juga berada di angka yang hampir sama.

Meski selisihnya tipis, kehadiran investor asing yang kembali aktif memberikan sinyal positif tersendiri bagi pasar. Sentimen ini semakin diperkuat dengan adanya saham-saham yang menjadi favorit belanjaan investor luar, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Baca Juga:  Saham Telkom Indonesia Turun, IHSG Melemah di Sesi I!

1. Saham yang Paling Banyak Dibeli Investor Asing

Berikut adalah daftar saham yang menjadi sasaran utama investor asing pada perdagangan Selasa kemarin:

No Saham Nilai Pembelian Asing
1 BUMI Rp 402 miliar
2 DEWA Rp 171,9 miliar
3 BRMS Rp 85,7 miliar

Saham BUMI sendiri mencatatkan kenaikan harga yang sangat signifikan, yaitu 20% ke level 264. Lonjakan ini berkontribusi besar terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.

Konfirmasi Kepercayaan Investor

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyampaikan apresiasi terhadap penguatan IHSG yang terjadi. Menurutnya, penguatan ini tidak hanya terjadi di satu atau dua sektor, melainkan merata di seluruh indeks sektoral utama.

“Kita melihat sejauh ini tadi indeks masih hijau. Sekarang sudah di 1,5% dan merata. Semua indeks sektoral, semua indeks utama IDX30, LQ45 itu semuanya juga hijau,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Ia menilai bahwa kembalinya investor asing merupakan indikator bahwa langkah-langkah reformasi pasar modal yang digaungkan oleh OJK mulai memberikan dampak positif. Investor mulai percaya lagi terhadap transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

Kinerja Saham Unggulan

PT Bumi Resources (BUMI) menjadi sorotan utama pada perdagangan kali ini. Saham ini mencatatkan nilai transaksi tertinggi sepanjang hari, yaitu mencapai Rp 6,16 triliun. Selain itu, BUMI juga mengalami kenaikan harga yang sangat tajam, sebesar 20% ke level 264.

Saham lain yang juga mencatatkan kenaikan cukup signifikan adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Keduanya menjadi pilihan utama investor asing, yang menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan energi masih menjadi incaran di tengah ketidakpastian pasar global.

Baca Juga:  Spesifikasi Gahar dan Harga Terbaru Xiaomi Maret 2026, Gadget Keren dengan Potensi Keuntungan Maksimal!

2. Rincian Kenaikan Saham Utama

Berikut adalah rincian kenaikan harga saham utama yang berkontribusi terhadap penguatan IHSG:

No Saham Kenaikan (%) Level Harga
1 BUMI 20% 264
2 DEWA 12% 185
3 BRMS 8% 120

Kondisi Pasar Secara Keseluruhan

Penguatan IHSG pada perdagangan Selasa terjadi secara merata di berbagai sektor. Tidak hanya saham-saham besar yang naik, tetapi juga sektor-sektor lainnya ikut berkontribusi. Hal ini menunjukkan bahwa optimisme pasar tidak hanya terbatas pada satu atau dua saham tertentu, melainkan menyebar ke seluruh lini industri.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia sempat mengalami tekanan karena adanya kekhawatiran dari investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perubahan klasifikasi pasar dari Emerging Market ke Frontier Market oleh MSCI. Namun, dengan langkah-langkah reformasi yang digencarkan oleh OJK dan BEI, kepercayaan investor mulai pulih.

3. Perbandingan Kondisi Pasar Sebelum dan Sesudah Reformasi

Aspek Sebelum Reformasi Sesudah Reformasi
Sentimen Investor Rendah Meningkat
Arus Dana Asing Net Sell Net Buy
Volume Perdagangan Rendah Tinggi
Kepercayaan Publik Kurang Pulih

Penutup

Lonjakan IHSG sebesar 2,53% ke level 8.122 menjadi cerminan dari pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Kembalinya investor asing, ditambah dengan penguatan saham-saham unggulan, menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. Meskipun masih ada tantangan di depan, langkah-langkah reformasi yang diambil oleh otoritas pasar modal mulai menunjukkan hasil positif.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Investasi saham memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan modal. Harap selalu melakukan riset mandiri dan konsultasi dengan pihak profesional sebelum mengambil keputusan investasi.