Deposito Mandiri vs Tabungan Biasa: Perbandingan Keuntungan Lengkap Januari 2026

Memilih produk simpanan yang tepat merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan. Dua pilihan utama yang sering menjadi pertimbangan nasabah adalah deposito dan tabungan biasa. Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.

Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia menawarkan berbagai produk simpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Memahami perbedaan mendasar antara deposito dan tabungan biasa dapat membantu Anda mengoptimalkan pertumbuhan dana sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas.

Memahami Deposito Mandiri

Deposito adalah produk simpanan berjangka di mana dana nasabah dikunci selama periode tertentu dengan imbal hasil berupa bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Bank Mandiri menawarkan deposito rupiah dengan berbagai pilihan tenor mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.

Suku Bunga Deposito Mandiri Terkini

Berdasarkan data terbaru, Bank Mandiri menawarkan suku bunga deposito rupiah pada kisaran 2,25% hingga 2,50% per tahun. Suku bunga tertinggi 2,50% berlaku untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan, sementara tenor 1 dan 3 bulan mendapatkan bunga 2,25% per tahun.

Setoran minimal pembukaan deposito rupiah adalah Rp10 juta untuk transaksi di kantor cabang, dan dapat lebih rendah yaitu Rp1 juta jika nasabah membuka deposito melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Opsi Pembayaran Bunga

Bank Mandiri memberikan fleksibilitas dalam pembayaran bunga deposito. Nasabah dapat memilih opsi bunga dibayar di muka, dibayar bulanan, atau dibayar saat jatuh tempo. Masing-masing opsi memiliki nominal bunga yang sedikit berbeda sesuai dengan skema yang dipilih.

Baca Juga:  Bank Jago 2026 Layak Dipakai? Ini Review Bunga, Fitur, dan Pengalaman Nyata

Karakteristik Tabungan Biasa

Tabungan biasa adalah produk simpanan yang memberikan kemudahan akses kapan saja tanpa penalti pencairan. Nasabah dapat melakukan transaksi setor tunai, tarik tunai, atau transfer melalui berbagai kanal seperti ATM, mobile banking, dan kantor cabang.

Suku bunga tabungan biasa umumnya lebih rendah dibandingkan deposito, berkisar antara 0,25% hingga 1% per tahun tergantung jenis produk dan saldo rata-rata. Namun, keunggulan utamanya terletak pada likuiditas tinggi dan kemudahan bertransaksi.

Aspek Perbandingan Deposito Mandiri Tabungan Biasa
Suku Bunga 2,25% – 2,50% per tahun 0,25% – 1% per tahun
Setoran Minimal Rp1 juta (Livin) / Rp10 juta (cabang) Rp50.000 – Rp500.000
Likuiditas Dana terkunci selama tenor Bebas tarik kapan saja
Penalti Ada jika dicairkan sebelum jatuh tempo Tidak ada
Tenor 1, 3, 6, 12, 24 bulan Tidak ada batasan
Jaminan LPS Dijamin hingga Rp2 miliar Dijamin hingga Rp2 miliar
Cocok Untuk Dana yang tidak terpakai dalam waktu dekat Dana darurat dan kebutuhan harian

Simulasi Keuntungan

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut simulasi keuntungan dari deposito Mandiri dengan dana Rp100 juta untuk tenor 12 bulan dengan bunga 2,50% per tahun.

Perhitungan bunga kotor adalah Rp100.000.000 × 2,50% = Rp2.500.000 per tahun. Namun, perlu diingat bahwa bunga deposito dikenakan pajak 20% untuk bunga di atas Rp7,5 juta per tahun. Dengan asumsi pajak berlaku, bunga bersih yang diterima adalah Rp2.500.000 – (20% × Rp2.500.000) = Rp2.000.000 per tahun.

Sebagai perbandingan, jika dana yang sama disimpan di tabungan dengan bunga 0,5% per tahun, maka keuntungan hanya sekitar Rp500.000 per tahun sebelum pajak.

Tips Memilih Antara Deposito dan Tabungan

Pemilihan antara deposito dan tabungan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan masing-masing. Pertimbangkan beberapa faktor berikut sebelum memutuskan.

Baca Juga:  Pembiayaan Haji BSI: Cara Berangkat Lebih Cepat dengan Cicilan Syariah Januari 2026

Untuk dana darurat yang perlu tersedia sewaktu-waktu, tabungan biasa adalah pilihan lebih tepat karena likuiditasnya tinggi. Sementara itu, dana yang sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu di masa depan dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat lebih optimal ditempatkan di deposito untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi.

Pastikan juga untuk memahami konsekuensi pencairan deposito sebelum jatuh tempo. Bank umumnya mengenakan penalti berupa pengurangan bunga atau biaya administrasi jika deposito dicairkan sebelum waktunya.

Cara Membuka Deposito Mandiri

  1. Siapkan Dokumen – Kartu identitas (KTP/Paspor), NPWP, dan buku tabungan Mandiri jika sudah menjadi nasabah.
  2. Pilih Kanal Pembukaan – Nasabah dapat membuka deposito melalui kantor cabang Bank Mandiri atau melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
  3. Tentukan Nominal dan Tenor – Pilih jumlah dana yang akan didepositokan dan jangka waktu yang sesuai dengan rencana keuangan.
  4. Pilih Opsi Pembayaran Bunga – Tentukan apakah bunga akan dibayar di muka, bulanan, atau saat jatuh tempo.
  5. Tanda Tangan Perjanjian – Baca dan pahami syarat ketentuan, kemudian tanda tangani perjanjian deposito.
  6. Konfirmasi Pembukaan – Simpan bukti pembukaan deposito dan catat tanggal jatuh tempo.

FAQ

Apakah deposito Mandiri dijamin LPS?

Ya, deposito Bank Mandiri dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, selama suku bunga tidak melebihi suku bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.

Apa yang terjadi jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo?

Pencairan deposito sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti. Besaran penalti bervariasi tergantung kebijakan bank, umumnya berupa pengurangan bunga yang diterima atau tidak dibayarkannya bunga sama sekali.

Bisakah deposito diperpanjang otomatis?

Ya, Bank Mandiri menyediakan fitur Automatic Roll Over (ARO) di mana deposito akan diperpanjang secara otomatis setelah jatuh tempo dengan tenor dan kondisi yang sama, sampai nasabah mencairkan depositonya.

Baca Juga:  PNS dan Karyawan Wajib Tahu! Ini Tabel Pinjaman BRI Paling Ringan Januari 2026

Berapa pajak bunga deposito?

Bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20% untuk jumlah bunga di atas Rp7,5 juta per tahun. Pajak ini dipotong langsung oleh bank dan tidak perlu dilaporkan ulang dalam SPT tahunan.

Mana yang lebih baik, deposito atau reksa dana pasar uang?

Keduanya memiliki karakteristik berbeda. Deposito menawarkan kepastian bunga dan dijamin LPS, sementara reksa dana pasar uang memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi namun nilainya dapat berfluktuasi. Pilihan tergantung profil risiko dan tujuan keuangan Anda.

Disclaimer

Informasi suku bunga dalam artikel ini berdasarkan data yang berlaku per Januari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank Mandiri dan kondisi pasar. Suku bunga deposito juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan.

Nasabah dianjurkan untuk selalu mengonfirmasi informasi terbaru melalui website resmi Bank Mandiri di bankmandiri.co.id atau menghubungi kantor cabang terdekat sebelum mengambil keputusan.

Penutup

Deposito dan tabungan biasa adalah dua produk simpanan yang saling melengkapi dalam pengelolaan keuangan. Deposito cocok untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat, sementara tabungan biasa penting untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kebutuhan harian.

Kombinasi yang ideal adalah memiliki keduanya: tabungan untuk dana darurat dan kebutuhan transaksi, serta deposito untuk dana yang dapat dikunci demi mendapatkan imbal hasil optimal. Tentukan proporsi yang sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan Anda.