Bojan Hodak Tutup Mulut Usai Persebaya dan Persib Bandung Bermain Imbang!

Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 2-2. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026) malam WIB, memang penuh drama. Namun, yang jadi sorotan bukan hanya empat gol yang tercipta, melainkan sikap pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, yang memilih bungkam di konferensi pers usai pertandingan.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk protes terhadap jalannya pertandingan, khususnya soal kinerja wasit. Meski hadir di sesi tanya jawab awak media, Hodak hanya menyampaikan permintaan maaf, lalu langsung meninggalkan ruangan tanpa memberikan komentar apa pun.

Alasan di Balik Kebungkaman Bojan Hodak

1. Protes terhadap Kepemimpinan Wasit

Bojan Hodak memilih diam karena merasa tidak bisa bicara terbuka soal wasit. Ia menyatakan bahwa jika tidak membahas aspek itu, maka tak ada yang layak dibahas. Nada datarnya menyiratkan kekecewaan mendalam.

“Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini. Jika saya tidak berbicara soal wasit, tak ada yang perlu dibicarakan,” ujar Hodak.

2. Khawatir Terkena Sanksi

Salah satu alasan utama Hodak bungkam adalah rasa khawatir akan adanya sanksi dari pihak kompetisi jika membuka suara. Ia tampaknya merasa ada ketidakadilan dalam pertandingan, tapi memilih menahan diri agar tidak terjerat regulasi.

Baca Juga:  Cara Jitu Memperoleh Layanan Maksimal BPJS Kesehatan Sesuai Kelas Anda!

3. Tidak Ada Substansi Lain yang Layak Dibahas

Bagi Hodak, jika soal wasit tidak bisa dibahas, maka tidak ada lagi hal penting yang patut dikomentari. Ia menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa dibicarakan selain itu, sehingga lebih baik diam.

Jalannya Pertandingan yang Penuh Kontroversi

Laga ini berlangsung sengit sejak menit awal. Tensi tinggi terasa di lapangan dan tribun. Persebaya membuka keunggulan di babak pertama lewat penalti Bruno Moreira di menit ke-44. Penalti itu diberikan setelah VAR meninjau insiden di kotak terlarang.

1. Persebaya Unggul dari Penalti

Gol Bruno Moreira membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum. Suporter Persebaya menyambutnya dengan sorak sorai, namun keunggulan itu tak bertahan lama.

2. Persib Bangkit di Babak Kedua

Begitu memasuki babak kedua, Persib langsung menunjukkan perlawanan. Luciano Guaycochea menyamakan kedudukan di menit ke-51 lewat sepakan akuratnya. Lalu, Andrew Jung membawa Persib unggul 2-1 di menit ke-73.

3. Persebaya Menyamakan Skor di Menit Akhir

Namun, keunggulan Persib hanya bertahan sebentar. Toni Firmansyah memberikan assist kepada Francisco Rivera yang mencetak gol penyamai kedudukan di menit ke-83. Skor 2-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dampak Hasil Imbang Bagi Kedua Tim

Hasil imbang ini punya dampak berbeda bagi kedua tim. Bagi Persib, meski gagal menang, posisi di puncak klasemen masih kokoh. Sementara Persebaya tetap di posisi kelima.

1. Persib Bandung di Puncak Klasemen

Persib Bandung kini mengoleksi 54 poin dari 23 pertandingan. Meski hanya meraih satu poin dari laga ini, mereka masih memimpin klasemen sementara.

2. Persebaya di Peringkat Kelima

Sementara itu, Persebaya Surabaya berada di posisi kelima dengan 39 poin. Hasil imbang ini memang memberi poin tambahan, tapi belum cukup untuk menaikkan posisi secara signifikan.

Baca Juga:  Mengapa Bojan Hodak Turunkan Dion Markx di Persib Bandung? Ini Alasan Baru yang Diungkap Pelatih!

Reaksi Suporter dan Penonton

Laga ini dihadiri lebih dari 31.000 penonton. Suasana stadion sangat membara, terutama saat gol-gol tercipta. Suporter kedua tim saling adu vokal, menunjukkan betapa sengitnya pertandingan ini.

Jadwal Lanjutan Kedua Tim

Setelah laga ini, kedua tim akan kembali bertanding di pekan ke-25. Persib Bandung akan menjamu Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (9/3/2026).

Tim Lawan Tanggal Lokasi
Persib Bandung Persik Kediri 9 Maret 2026 Stadion Si Jalak Harupat
Persebaya Surabaya TBA 9 Maret 2026 Stadion Gelora Bung Tomo

Penutup

Sikap Bojan Hodak yang memilih bungkam usai pertandingan menjadi pembicaraan hangat. Tidak banyak pelatih yang berani mengambil langkah seperti ini, apalagi di tengah tekanan media. Meski tidak bicara, pesan yang disampaikan jelas: ada ketidakpuasan mendalam terhadap jalannya pertandingan.

Hasil imbang 2-2 memang sah di kertas, tapi bagi Hodak dan Persib, mungkin ini bukan akhir dari cerita. Kedepannya, akan menarik melihat apakah protes sunyi ini akan berbuah tindakan lebih lanjut dari pihak terkait.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan perkembangan hingga tanggal publikasi. Jadwal, hasil pertandingan, dan keputusan wasit bisa berubah sewaktu-waktu tergantung regulasi dan kebijakan kompetisi.

Tinggalkan komentar