Mengapa Dzikir 10 Hari Terakhir Ramadhan Penuh Berkah dan Rahmat?

Sepuluh hari terakhir Ramadhan selalu jadi momen istimewa bagi umat Muslim. Bukan cuma soal suasana yang lebih khusyuk, tapi juga karena banyak keutamaan yang tersembunyi di balik malam-malamnya. Banyak yang menyebut ini sebagai waktu emas untuk mendekatkan diri pada Allah, terutama dengan amalan-amalan ringan tapi berdampak besar, salah satunya dzikir.

Dzikir memang nggak butuh waktu lama atau tempat khusus. Cukup ucapkan dengan khusyuk, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung. Apalagi kalau bukan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, saat pahala amal digandakan. Tapi, dzikir apa saja yang dianjurkan? Dan kenapa tepat di malam-malam ini?

Keutamaan Dzikir di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Ramadhan bukan cuma soal puasa. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan, dan dzikir adalah salah satunya yang paling mudah dan fleksibel. Di sepuluh hari terakhir, keutamaan dzikir jadi lebih besar karena suasana spiritual yang mendukung. Banyak ulama menyebut bahwa malam Lailatul Qadar berada di antara malam-malam ini, dan dzikir bisa jadi bekal untuk menemui malam itu.

Dzikir juga bisa jadi pelindung. Saat tubuh lelah karena ibadah malam, dzikir bisa jadi pengganti tidur ringan yang tetap menjaga hati dalam keadaan sehat dan tenang. Ini bukan cuma soal ritual, tapi juga soal keseimbangan batin.

1. Dzikir yang Dianjurkan di Malam Hari

Di sepuluh hari terakhir, waktu malam jadi yang paling istimewa. Banyak yang memanfaatkannya untuk ibadah tambahan. Dzikir pun bisa dilakukan sambil duduk santai di teras rumah atau di dalam kamar. Yang penting, suasana tenang dan hati siap menerima keberkahan.

Baca Juga:  Pemain Leeds United vs Manchester City: Donnarumma Jadi Starter, Calvert-Lewin Andalan Tuan Rumah?

Beberapa dzikir yang biasa dibaca:

  • Subhanallah (33x)
  • Alhamdulillah (33x)
  • Allahu Akbar (34x)

Tiga kalimat ini sering disebut sebagai Tasbih Fatimah. Mudah dihafal dan bisa dibaca sambil bersantai. Tapi jangan salah, manfaatnya besar. Bisa jadi pelindung dari godaan dan bekal untuk menghadapi hari esok.

2. Dzikir Sesudah Shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah bagian penting dari ibadah di sepuluh hari terakhir. Setelah melaksanakan shalat, saatnya untuk menenangkan diri sejenak dan membaca dzikir. Ini adalah waktu yang tepat karena hati masih dalam suasana khusyuk.

Beberapa dzikir yang bisa dibaca:

  • La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir (10x)
  • Astaghfirullah (100x)

Dzikir ini bisa dibaca di tempat duduk setelah shalat selesai. Tidak perlu terburu-buru, cukup ambil napas dalam dan rasakan kehadiran-Nya.

3. Dzikir Sebelum Tidur

Tidur di malam Ramadhan bisa jadi tantangan tersendiri. Tubuh lelah, tapi hati ingin terus beribadah. Dzikir sebelum tidur bisa jadi solusi. Selain menenangkan, dzikir ini juga bisa jadi benteng dari mimpi buruk atau gangguan saat tidur.

Beberapa dzikir yang dianjurkan:

  • Bismika Allahumma amutu wa ahya (sekali)
  • Allahumma inni aslamtu wajhiya ilaika, wa fawwadtu amri ilaika (sekali)
  • Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar (masing-masing 33x)

Dzikir ini bisa dibaca sambil berbaring. Cukup gerak bibir saja kalau sedang lelah. Yang penting, niatnya tulus dan hati tetap terhubung.

4. Dzikir Saat Sahur

Sahur bukan cuma soal makan dan minum. Ini juga waktu yang tepat untuk memulai hari dengan dzikir. Saat perut masih kosong dan pikiran masih segar, dzikir bisa jadi awal yang baik untuk menyambut hari penuh berkah.

Baca Juga:  Yamaha Putar Haluan! Kembali ke Mesin Lawas Usai Kegagalan Proyek V4 di MotoGP Thailand 2026?

Beberapa dzikir yang bisa dibaca:

  • Wa bi shubhi wal masaa (sekali)
  • La ilaha illallah wahdahu la syarika lah (10x)
  • Bismillahirrahmanirrahim (sebelum makan)

Dengan dzikir ini, sahur bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga jiwa.

5. Dzikir Saat Mendengar Adzan

Suara adzan di sepuluh hari terakhir terasa lebih khidmat. Saat mendengarnya, ada baiknya juga membaca dzikir sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan. Ini adalah momen saat pintu-pintu langit terbuka, dan dzikir bisa jadi doa yang langsung sampai.

Beberapa dzikir yang bisa dibaca:

  • Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad (10x)
  • La ilaha illallah (3x)
  • Allahu Akbar (3x)

Dzikir ini bisa dibaca saat adzan berkumandang, sambil menghadap kiblat atau cukup dengan duduk tenang.

6. Dzikir Saat Menghadiri Majelis Taklim

Di sepuluh hari terakhir, banyak majelis taklim atau pengajian malam yang diadakan. Saat menghadiri majelis, dzikir bisa jadi bentuk penghormatan dan kesiapan hati untuk menerima ilmu.

Beberapa dzikir yang dianjurkan:

  • Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar (3x)
  • Rabbana atina fi’d-dunya hasanatan wa fi’l-akhirati hasanatan wa qina ‘adzab an-nar (sekali)

Dzikir ini bisa dibaca saat duduk di awal majelis, sebelum pengajian dimulai.

7. Dzikir Saat Mengakhiri Malam Ibadah

Setelah seharian dan semalam beribadah, saatnya mengakhiri dengan dzikir sebagai tanda syukur. Ini adalah cara untuk menutup hari dengan baik dan meminta perlindungan untuk malam berikutnya.

Beberapa dzikir yang bisa dibaca:

  • La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir (100x)
  • Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar (masing-masing 33x)

Dzikir ini bisa dibaca sambil menenangkan diri sebelum tidur. Bisa juga sambil merefleksikan amal dan doa yang sudah dipanjatkan.

Baca Juga:  Kapan BPNT Maret 2026 Cair? Simak Jadwal dan Cara Mudah Cek Penerimaannya!

Tabel Rekomendasi Dzikir di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Waktu Dzikir yang Dianjurkan Jumlah
Malam hari Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar 33x, 33x, 34x
Sesudah Tarawih La ilaha illallah wahdahu… 10x
Sebelum tidur Bismika Allahumma amutu wa ahya 1x
Saat sahur Wa bi shubhi wal masaa 1x
Saat adzan Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad 10x
Di majelis taklim Subhanallah wal hamdulillah… 3x
Akhir malam ibadah La ilaha illallah wahdahu… 100x

Disclaimer

Dzikir-dzikir di atas merupakan anjuran dari berbagai sumber kitab dan ulama. Namun, keutamaan dan manfaatnya bisa berbeda tergantung niat dan konsistensi setiap individu. Informasi ini bersifat umum dan bisa berubah sesuai pemahaman dan praktik lokal. Pastikan selalu merujuk pada sumber terpercaya dan berkonsultasi dengan ulama setempat jika ada keraguan.

Ramadhan adalah waktu yang penuh peluang. Dengan dzikir, setiap malam bisa jadi lebih bermakna. Jangan sia-siakan momen emas ini. Cukup dengan sedikit waktu dan niat tulus, keberkahan bisa terus mengalir.

Tinggalkan komentar