Pertandingan antara Manchester United dan Crystal Palace di Old Trafford berlangsung sengit sejak menit awal. Sayangnya, tuan rumah harus tertinggal 0-1 menjelang turun minum. Babak pertama jadi cerminan betapa ketatnya pertahanan Palace dan sekaligus kegagalan Setan Merah dalam membangun serangan efektif.
Performa sejumlah pemain United justru mengecewakan. Di antaranya nama-nama yang biasa diandalkan malah tampil di bawah standar. Sementara itu, skuat asuhan Oliver Glasner tampil kompak dan tahu persis cara mematikan permainan lawan.
Pemain Crystal Palace Tampil Konsisten di Babak Pertama
Crystal Palace datang ke Old Trafford bukan sekadar sebagai tim tamu biasa. Mereka tampil sangat terorganisir, terutama di lini pertahanan. Performa solid mereka membuat United kesulitan menciptakan peluang emas.
Maxence Lacroix menjadi salah satu pilar utama di lini belakang The Eagles. Ia mencatat rating tertinggi sementara yakni 8,0. Tidak hanya itu, Dean Henderson juga tampil percaya diri di bawah mistar, mencatatkan rating 7,3.
1. Bek Tengah dan Kiper Tampil Kokoh
Di lini belakang, kombinasi antara Lacroix, Chris Richards, dan Daniel Muñoz memberikan tekanan besar pada serangkaian serangan United. Ketiganya mencatatkan rating di atas 6,5.
Dean Henderson juga tampil stabil di gawang, mengamankan gawangnya dengan baik meski hanya bermain di babak pertama.
2. Lini Tengah dan Depan Turut Berkontribusi
Adam Wharton dan Daichi Kamada bekerja keras di lini tengah. Meski tidak mencetak gol, keduanya sukses memutus beberapa serangan United dan menciptakan transisi cepat.
Di lini depan, Ismaila Sarr, Brennan Johnson, dan Jean-Philippe Mateta/Larsen tetap aktif. Mereka terus menekan pertahanan United dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Rating Pemain Crystal Palace (Babak Pertama)
| No | Pemain | Posisi | Rating |
|---|---|---|---|
| 1 | Dean Henderson | Kiper | 7,3 |
| 2 | Daniel Muñoz | Bek | 6,8 |
| 5 | Maxence Lacroix | Bek | 8,0 |
| 26 | Chris Richards | Bek | 6,8 |
| 3 | Tyrick Mitchell | Bek | 6,4 |
| 23 | Joel Ward / Canvot | Bek | 7,2 |
| 20 | Adam Wharton | Gelandang | 6,4 |
| 18 | Daichi Kamada | Gelandang | 6,6 |
| 7 | Ismaila Sarr | Penyerang | 6,6 |
| 22 | Larsen | Penyerang | 6,7 |
| 11 | Brennan Johnson | Penyerang | 6,8 |
Manchester United Kesulitan Tembus Pertahanan Palace
Setan Merah sebenarnya punya banyak penguasaan bola di babak pertama. Namun, dominasi itu tidak berujung pada peluang emas. Banyak tembakan yang masih melenceng atau mudah ditepis kiper lawan.
Bruno Fernandes menjadi satu-satunya pemain yang tampil konsisten. Ia mencatat rating tertinggi di tim, yaitu 7,4. Harry Maguire juga tampil solid di lini belakang dengan rating 7,3.
3. Lini Depan dan Pertahanan Tampil di Bawah Ekspektasi
Diogo Dalot dan Luke Shaw di sisi sayap belakang United justru sering kecolongan. Keduanya mencatat rating di bawah 6,0, yang menunjukkan performa buruk di babak pertama.
Lemmans di gawang juga tidak memberikan kejutan. Ia hanya mencatatkan rating 6,0, terutama karena beberapa kali gagal membaca bola dengan baik.
4. Lini Tengah Butuh Lebih Banyak Kreativitas
Casemiro dan Kobbie Mainoo berusaha mengatur ritme permainan, tetapi belum mampu memberikan dampak besar. Rating mereka masih di bawah 7,0, menunjukkan bahwa mereka belum mampu mengendalikan permainan secara maksimal.
Bruno Fernandes tetap menjadi motor serangan, meski dukungan dari pemain lain belum maksimal.
Rating Pemain Manchester United (Babak Pertama)
| No | Pemain | Posisi | Rating |
|---|---|---|---|
| 31 | Lemmans | Kiper | 6,0 |
| 2 | Diogo Dalot | Bek | 5,9 |
| 15 | Leny Yoro | Bek | 6,4 |
| 5 | Harry Maguire | Bek | 7,3 |
| 23 | Luke Shaw | Bek | 5,9 |
| 18 | Casemiro | Gelandang | 6,9 |
| 37 | Kobbie Mainoo | Gelandang | 6,5 |
| 8 | Bruno Fernandes | Gelandang | 7,4 |
| 19 | Bryan Mbeumo | Penyerang | 6,8 |
| 10 | Matheus Cunha | Penyerang | 6,1 |
| 30 | Benjamin Šeško | Penyerang | 6,6 |
Apa yang Harus Diperbaiki Manchester United?
Pertandingan babak pertama ini memberikan pelajaran berharga bagi skuat Erik ten Hag. Banyak elemen yang harus segera diperbaiki jika ingin membalikkan keadaan di babak kedua.
Pertahanan yang rapuh dan serangan yang monoton jelas menjadi masalah utama. Dalot dan Shaw yang kerap kecolongan harus segera dibenahi, baik lewat instruksi pelatih maupun pergantian pemain.
5. Evaluasi Posisi Bek Sayap
Performa bek sayap United di babak pertama sangat mengecewakan. Dalot dan Shaw tidak hanya lemah dalam duel satu lawan satu, tapi juga gagal memberikan kontribusi di sisi serang.
Jika tidak ada perubahan signifikan, United akan terus kesulitan mengimbangi lawan yang lebih seimbang secara taktik.
6. Tingkatkan Kreativitas di Lini Tengah
Bruno Fernandes tidak bisa terus menjadi satu-satunya pemain yang menciptakan peluang. Casemiro dan Mainoo perlu lebih proaktif dan kreatif dalam mengatur tempo serta memberikan umpan-umpan berbahaya.
Kurangnya variasi serangan membuat Palace bisa tenang mengatur pertahanan.
Kesimpulan Sementara
Babak pertama ini menunjukkan betapa jauhnya perbedaan kualitas antara kedua tim. Crystal Palace tampil lebih terorganisir dan efisien, sementara Manchester United masih bermain di bawah ekspektasi.
Meski unggul 1-0, The Eagles tidak boleh lengah. United punya sejarah panjang soal comeback, dan babak kedua bisa jadi cerita yang berbeda.
Disclaimer: Data rating pemain bersifat subjektif dan dapat berubah tergantung sumber penilaian. Statistik ini hanya berlaku untuk babak pertama pertandingan dan belum mencerminkan performa keseluruhan pemain di sepanjang musim.